PPID.MAN1MENIM.SCH.ID Berita Menteri Agama Ajak ASN Kemenag Sumsel Kelola Potensi Ekonomi Umat dan Jaga Kerukunan

Menteri Agama Ajak ASN Kemenag Sumsel Kelola Potensi Ekonomi Umat dan Jaga Kerukunan

Palembang (Kemenag Sumsel) — 

Menteri Agama Nasaruddin Umar memberikan arahan strategis dalam kegiatan Pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan di Palembang, Rabu (13/5/2026) siang. Dalam arahannya, Menag menekankan pentingnya optimalisasi potensi ekonomi berbasis keagamaan dan transformasi konsep kerukunan umat beragama.

Optimalisasi “Pundi-Pundi” Umat untuk Pengentasan Kemiskinan

Menag menyoroti besarnya potensi dana umat yang jika dikelola dengan profesional dapat menjadi solusi konkret bagi persoalan kemiskinan di Indonesia. Ia memaparkan bahwa potensi zakat nasional mencapai Rp327 triliun per tahun, namun saat ini baru terealisasi sekitar Rp42,5 triliun melalui BAZNAS.

“Jika seluruh instrumen ekonomi umat seperti zakat, infak, sedekah, wakaf, hingga dana kurban dan akikah yang mencapai puluhan triliun rupiah diorganisir dengan baik, maka tidak akan ada umat yang miskin,” ujar Menag.

Menag mendorong ASN Kemenag untuk lebih aktif mensosialisasikan berbagai instrumen keuangan syariah lainnya seperti mudharabah, musyarakah, hingga wakaf kepada masyarakat luas.

Hijrah Menuju Kerukunan Jilid II

Terkait isu kerukunan, Menag menyatakan bahwa Indonesia telah berhasil melewati tantangan “Trilogi Kerukunan Jilid I”, yakni kerukunan internal umat, antarumat beragama, dan umat dengan pemerintah. Kini, saatnya ASN Kemenag mengawal transisi menuju Kerukunan Jilid II yang mencakup tiga aspek baru yaitu kerukunan antar sesama manusia tanpa memandang agama, etnis, kelas, maupun asal daerah. Kemudian kerukunan manusia dengan alam semesta, serta 

kerukunan manusia dengan Tuhan dalam artian memperkuat dimensi spiritualitas dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan Integritas: Cari Keberkahan, Hindari “Amplop” Haram

Menutup arahannya, Menteri Agama memberikan pesan menyentuh mengenai integritas dan gaya hidup ASN. Ia mengingatkan para pegawai untuk selalu bersyukur dan tidak terjebak dalam kompetisi materi yang tidak sehat (go-in daripada hanya go-out).

“Yang kita cari adalah keberkahan. Jangan kasih keluarga kita harta yang tidak halal. Semua daging yang tumbuh dari barang haram hanya bisa dicuci oleh api neraka,” tegasnya.

Menag meminta seluruh ASN di Sumsel untuk tetap teguh di jalan yang lurus (sirathal mustaqim), menjaga kejujuran, dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat demi mewujudkan visi Kemenag yang berwibawa.

Kegiatan ini dihadiri oleh Staf Khusus Menag Ismail Cawidu, Tenaga Ahli Menag Andi Salman, Tenaga Ahli Menag Jojon Novandri, Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan, Rektor UIN Raden Fatah Palembang Muhammad Adil, Kepala BDK Palembang Mukmin, para pejabat eselon III Kanwil Kemenag Sumsel, Kepala Kemenag Kabupaten/Kota se-Sumatera Selatan, serta ASN Kemenag Sumsel yang antusias menyimak arahan hingga akhir acara.

(Humas Kemenag Sumsel)

1 Likes

Author: admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *